Posted by
Nulis Keliling
at
3:23 PM
Linda. nama itu akan terngiang lama di pikiran Yono. Hari ini adalah hari terakhir Yono berduaan dengan perempuan itu. Sebelum mereka akan berpisah untuk bertemu entah kapan lagi. Dua insan manusia ini disatukan oleh kisah-kisah klise seperti di sinetron dan serial televisi. Kisah kehidupan mereka pun biasa-biasa saja. Tak ada yang luar biasa di dalamnya. Sampai pada hari terakhir ini terjadi kejadian tak terduga bukan hanya pada mereka berdua. Tapi pada umat manusia sedunia.
 |
| Ilustrasi foto senja diakses dari https://citography.files.wordpress.com/2010/08/copy-of-img_0317.jpg |
Heboh di setiap televisi. Di warung-warung, di gedung-gedung perkantoran, di koridor-koridor rumah sakit dan di ruang tamu keluarga diberitakan bahwa bumi berhenti berputar.Tak ada yang tahu itu pertanda kiamat atau apa. Tapi berhentinya bumi berputar, membuat waktu demi waktu yang dilewati oleh Yono dan Linda menjadi begitu berkesan. Di desa mereka, matahari konstan terus berada di senja. Di setiap mata memandang siluet mentari hampir terbenam akan selalu kelihatan. Yono mengayuh sepeda membonceng Linda melewati dermaga persis layaknya video-video klip jaman dulu. Mereka berdua duduk di dermaga melihat senja abadi di ujung laut. Tak sepatah kata terucap dari mulut mereka. Suara hati dalam diri mereka pun tak berkoar. Suasana begitu sunyi, hanya burung-burung flamingo yang beterbangan. Dalam lubuk hati dua anak muda itu. Mereka berharap momen itu bisa dikunci. Direkam dan diputar kembali seumur hidup mereka. Monoton memang, tapi tak apa. Asal mereka selalu berdua menatap senja.
No comments:
Post a Comment