Cerita 12
Kabut Jembut (Saat Kabut Merenggut Dua Nyawa Teman Binatangku)
Jakarta, 07 Maret 2014
Kabut Jembut (Saat Kabut Merenggut Dua Nyawa Teman Binatangku)
Jakarta, 07 Maret 2014
Manusia Sapi : "Hai lebah"
Lebah Raksasa : "Hai sapi, kenapa kau berlari"
Manusia Sapi : "Biasa jogging"
Lebah Raksasa : "Oh yaudah, hati-hati"
Lebah Raksasa : "Hai sapi, kenapa kau berlari"
Manusia Sapi : "Biasa jogging"
Lebah Raksasa : "Oh yaudah, hati-hati"
5 detik setelah lebah raksasa bilang seperti itu, Manusia Sapi terjatuh dan pingsan karena tak bisa melihat diantara kabut. Lebah Raksasa menemukannya dan mencoba membangunkan si Manusia Sapi dengan menyengatnya. Bukannya malah bangun Manusia Sapi malah jadi bentol-bentol tubuhnya. Panik, Lebah Raksasa pun menggotong si Manusia Sapi pergi.
Lebah Raksasa bicara dalam hati seperti ini "Rumah sakit, puskesmas, dimana ya? Sialan Kabut, Gelap, Tak Bisa Lihat". Dalam Kabut yang semakin menjadi tebalnya Lebah Raksasa terus berjuang melewatinya. Ternyata itu adalah kabut kebakaran. Di hutan di depan Lebah Raksasa ada seekor Babi Naga yang mengamuk dan menyemburkan nafas apinya kemana-mana membakar hutan. Lebah Raksasa berusaha menghentikannya.
Lebah Raksasa : "Heh Babi kenapa kau marah?"
Naga Babi : "Harghhh (Tak peduli tetap mengeluarkan nafas api)"
Sial nafas api Naga Babi menyembur ke tubuh Manusia Sapi. Lengan Lebah Raksasa yang menggotong juga ikut terkena panas api dan Manusia Sapi terjatuh. Lebah Raksasa kesal dan berusaha menghentikan Naga Babi dengan menyengatnya. Naga Babi menjadi bentol-bentol dan keluar api-api kecil dari bentolannya itu.
Hujan tiba-tiba mengguyur dan kabut mulai menghilang. Lebah Raksasa akhirnya bingung dan kesepian karena kedua temannya Manusia Sapi dan Naga Babi terkapar. Lebah Raksasa pun memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk menghidupkan nyawa kedua temannya kembali, walaupun harus mengorbankan nyawanya. Dan doa itu dikabulkan. Nyawa Lebah Raksasa ditukar dengan dihidupkannya lagi nyawa Manusia Sapi dan Naga Babi.
Manusia Sapi dan Naga Babi bingung dengan yang telah terjadi. Lalu Naga Babi menceritakan alasannya membakar hutan adalah karena.....
Si Rendro menceritakan cerita di atas ini kepada seorang perempuan disebelahnya. Lalu si perempuan menjawab "terus lanjutannya apa". Si Rendro menjawab "Kadang sebuah certa gak perlu dilanjutkan".
Pengarang: Rendro/Narindro AH

No comments:
Post a Comment