Project nulis keliling dari temen satu ke temen yang lain :)

Atap Rumah


Cerita ke 6
Jakarta, 06 Desember 2013
Atap Rumah

Cerita ini sudah lama sekali terjadi. Bermula dari atap yang dimiliki kontrak bimbang yang masih bagus. Setiap orang yang ada disini sangatlah senang duduk diatap. Salah satunya wawan dan mumuh. Wawan selalu cerita mempunyai cita-cita setinggi bintang sedangkan mumuh hanya bilang cita-citaku sependek rambut tuyul yang tipis. Wawan bingung dan penasaran siapa yang bisa menggapai cita-citanya. Wawan pun berusaha sekuat tenaga untuk menggapai cita-citanya sedangkan mumuh bersantai-santai dan bernyanyi di atap. Wawan sebel melihat mumuh yang seperti itu dia tak mempedulikannya. Mumuh pun tetap diatap rumah dan mulai berpikir. Wawan salut juga sama mumuh ternyata bisa serius juga. Dan ternyata mumuh bukannya serius buat ngejar impiannya melainkan menghitung hutangnya dan menanyakan ke wawan hutangnya. Wawan tak ingat yang membuat wawan makin pusing.

Akhirnya wawan bisa mengawali karirnya dari talent coordinator pemain, sedangkan mumuh tiduran dan bersantai hanya melihat wawan pulang. Wawan makin benci dan dia berusaha lebih keras lagi agar dia bisa menggapai cita-citanya menjadi sutradara hebat. Sekarang wawan sudah menjadi script cont, mumuh malahan asik makan onde-onde dan molen sambil nawarin wawan. Wawan gak mau dia malah mencari syutingan n callingan biar dia bisa jadi sutradara. Tidak tau kenapa sutradaranya mengajak wawan menjadi astrada karena astradanya ijin mau merawat sapinya dikampung habis lahiran. Wawan jadi astrada dan pulang ke kontrakan mumuh malah asik nonton film di hpnya yang smartphone. Wawan benar-benar semakin naik pitam dan akan menunjukkan bisa jadi sutradara. Beberapa hari kemudian wawan memang masih jadi astrada. Ketika menjelang syuting sutradara film tersebut mati. Wawanlah ditunjuk menjadi penggantinya karena akrab sama almarhum sutradara. Wawan gembira sekali bisa jadi sutradara dan pulang ngabarin mumuh diatap rumah. Mumuh sedang melihat jamnya yang nampak bagus. Wawan semakin membenci dan akan membuktikan.

Film yang dia buat pun sudah rampung yang ternyata film bokep campur horor yang sangat jelek sekali. Ditambah wawan dituding membunuh sutradara sebelumnya dan menghilangkan astrada yang sebelumnya. Filmnya pun tak laku dia pun dikejar-kejar debt collector. Wawan benar-benar bingung dan pulang ke kontrakan mumuh sedang membuka mac-nya. Wawan naik ke atap dan ceritakan ke mumuh. Wawan sudah bayar semua denda dari hasil kerja kerasnya pun belum menutupi. Mumuh dengan tenangnya bertanya berapa hutangnya. Mumuh pun langsung bayar lunas semua hutang dan dendanya wawan dengan hpnya. Wawan heran kenapa bisa banyak uang mumuh. Mumuh pun cerita disaat wawan susah dan mengikuti orang lain mumuh sedang buat perusahaan. Disaat kau jadi script aku sudah memiliki production house dan job yang semuanya dikerjakan tim. Saat kau sedang jadi astrada perusahaanku sudah berkembang dan memiliki pondasi buat memperkuat. Saat kau jadi sutradara mumuh sudah buat film yang bagus yang membuat sutradaramu mati bunuh diri karna stress dan astrada kau pindah ke perusahaan gua. Semua gua cek di atap ini dan sesekali terjun kelapangan langsung. Cita-cita gua sangatlah dekat yaitu membahagiakan orang yang terdekat dan gua sayang. Gua gak mau tinggi-tinggi cita-citanya kalau jatoh sakit. Sekarang loe jadi patner gua, gua gak mau loe stress dan tertekan.




Penulis: Samsul Arifin

No comments:

Post a Comment

Check Page Rank
Copyright © Nulis Keliling. All rights reserved. Template by CB