Cerita 8
Dini hari Itu Anjing
Jakarta, 07 Desember 2013
Dini
hari bagi sebagian manusia adalah saat dimana mencapai puncak dari segala
kepulasan tidur. Hal ini berbeda
dengan Rendro seorang anak keturunan Tionghoa yang dibesarkan di Sumatera. Bagi
Rendro dini hari merpakan waktu yang tepat untuk memohon kepada sang kuasa. Ini
sudah jadi rutinitasnya sejak dia memasuki masa pubertas.
Saat
itu Rendro kembali terbangun dan melakukan rutinitasnya mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Dia memohon ampun dan berdo’a. sampai suatu saat menjelang
fajar, Rendro berdo’a ingin pergi ke suatu tempat dimana hanya ada keindahan
dan kedamaian. Dia memejamkan matanya dan berkomunikasi dengan bahasa batin.
Rasa dingin tiba-tiba terasa dari ubun-ubun, pangkal pantat hingga jempol kaki.
Rendro berusahan membuka matanya namun sia-sia, hingga pada akhirnya tanpa
diinginkan Rendro tubuhnya semakin terasa dingin dan tercium wangi bunga melati
yang menusuk hidung. Rendro ingin melawan bau itu namun tiba-tiba saja dunia
lenyap seketika. Tubuh Rendro pun lenyap seperti partikel hingga tidak terlihat
sedikitpun.
Anjing
gw cerita apaan ya??????? Tokoh utama gw modar duluan… Udahan dulu ah…
TAMAT.
Silahkan Dilanjutkan….
Penulis: Wawan P. Sirait

No comments:
Post a Comment