Kucing Hitam
Jakarta 9 Desember 2013
Rendro berlari disebuah gang sempit setelah melihat
temannya aling yang OD di wc umum, pada awalnya rendro ingin memesan ektasi
untuk menenangkan dirinya yang panik karena sesuatu hal tetapi ia malah
mendapati temannya tersebut terkapar, ia pun mengeledahi kantung di setiap baju
dan celana tetapi rendro hanya menemukan telepon genggam, ia pun langsung menghapus
panggilan darinya
Rendro
terlihat sangat pucat sambil memegang tangan kirinya yang dipenuhi dengan bekas
tusukan jarum suntik, dijalan rendro berpapasan dengan Mumuh yang sedang
berkelahi dengan saling memaki kepada temannya di atasnya tampak seorang ibu
yang sedang menjemur geram seperti ingin menyiram mumuh dengan air di ember
cuciannya, mumu terlihat menaruh curiga kepada rendro, karena gelagak rendro
yang aneh, tidak lama rendro berhenti untuk menghela nafas tiba-tiba seekor
kucing hitam menghampiri rendro, rendro pun mengusir kucing itu dan berlari
menuju seorang balita yang sedang bermain, kucing itu di elus-elus oleh si
balita, dan tidak lama dengan polosnya si balita memasukan tangannya sendiri kemulutnya
Kini
rendro duduk di kamar mandi menangis karena sudah menyerah akan keadaannya, ia
tampak begitu gelisah dan pasrah, lalu dia menyumbat pembuangan air, dia
menulis disebuah kertas "HATI-HATI SAYA TERKENA HIV" Rendro ingin
mengakhiri hidupnya dan tidak ingin siapa pun tertular HIV yang di deritanya, Ia
berjalan membuka pintu kamar mandi agar mayatnya mudah untuk di temukan, lalu
rendro menyayat pergelangan tangannya dan berjalan mundur sempoyongan untuk
duduk di WC, darah mengucur membasahi lantai, terkulai lemas Rendro duduk di WC
tersebut, keadaan sangat sunyi, matanya berkedip perlahan, inilah saatnya pergi
dengan damai, rendro memejamkam matanya, keadaan menjadi gelap dan tenang,
tetapi tiba-tiba, "Bruugg" terdengar suara sesuatu yang jatuh, Rendro
pun membuka matanya dengan perlahan, terlihat seekor kucing hitam terjatuh dari
atap ke lantai yang dipenuhi darah, itu adalah kucing hitam yang ia usirnya
tadi, kucing itu pun berlari keluar dengan darah rendro yang bersimbahan di
tubuhnya, Rendro yang masih dalam keadaan setengah sadar, membayangkan jika
kucing itu bertemu dengan si balita lalu si balita mengelus si kucing yang
berlumuran darah itu dan memasukan tangannya, ia akan tertular HIV. Mata rendro
terbuka lebar, ia ketakutan dan berusaha berdiri untuk mengejar si kucing,
terlihat si kucing beraada di atap rumah, Rendro pun langsung melempar kucing
itu dengan sandal sehingga kucing itu terjatuh dengan keras ke tanah, sedikit
terkejut rendro melihat kucing tersebut terjatuh, tetapi ada hal yang
membuatnya sangat terkejut adalah ketika rendro berlari menuju kucing tersebut,
si kucing langsung berdiri dan berlari dengan cepat seolah-olah tidak terjadi
apa-apa, rendro pun langsung mengejarnya, tetapi sebelumnya dia mencari perban
untuk tangannya.
Rendro
pun melanjutkan pencarianya, kembali ternyata kucing tersebut berada di atap
rumah berjalan dengan percaya diri, rendro pun memutuskan untuk naik ke atap,
dengan menggunakan tangga kayu yang sudah reot, ketika rendro menarik anak
tangga yang paling atas, anak tangga tersebut lepas sehingga rendro kehilangan
keseimbangannya dan terjatuh, sehingga kepala rendro terbentur dan berdarah,
tubuhnya terbaring lemas, ia menatap kelangit, dalam hatinya berkata "satu
lagi luka yang tidak akan pernah hilang". rendro pun memejamkan matanya,
tampak tenang dan semua menjadi gelap, terdengar suara kucing memanggil dengan
lembut, rendro pun membuka matanya, semuanya tampak berbayang dan tidak jelas,
kucing hitam itu berdiri di atap memandangi rendro sambil memanggil rendro dengan
lembut, rendro membayangkan kucing tersebut jatuh tadi dan balita yang menangis
akibat tertular HIV, rendro pun berkata "Kenapa dia kembali ke atap
padahal dia sudah terjatuh dengan keras, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi?",
rendro menutup matanya dengan perlahan, "Mungkin, Karena mereka memilki 9
nyawa", semuanya menjadi gelap, suara detak jantung yang kencang perlahan
memelan "Atau mungkin.."
Sebidang
tanah digali menggunakan pacul, Rendro menggali tanah untuk menutup darahnya
"Atau mungkin, karena mereka selalu kembali berdiri ketika terjatuh",
rendro menatap ke arah kucing tersebut "Tidak seharusnya aku menyerah,
karena tidak ada satupun orang yang tahu didepan akan terjadi apa!", rendro
berjalan, matanya penuh ambisi, sambil berkata dalam hatinya "HIV hanya
sebuah virus yang baru hidup di tubuh ku, sedangkan jiwa ini sudah hidup di
tubuhku sejak aku masih dalam kandungan, akan ku tunjukan pada virus itu bahwa
dia menempati tubuh yang salah! dan juga akan ku tunjukan pada barang haram itu
bahwa dia mempengaruhi orang yang salah!", rendro kembali mengejar si kucing yang semakin
dekat menuju si balita, begitu juga rendro yang sempoyongan semakin dekat dengan
kucing tersebut, dengan optimis rendro semakin dekat dengan si kucing,
tangannya sudah hampir menangkap si kucing tetapi tiba-tiba mumuh menarik
rendro dari belakang, dan mendorong-dorong rendro dengan kesal sambil bertanya
banyak hal tentang apa yang terjadi pada aling di wc umum, rendro yang berusaha
melepaskan diri untuk meraih si kucing terus dihalau oleh mumuh, kucing
tersebut berjalan menuju si balita dengan santai, sedangkan rendro berusaha
keras menjelaskan kepada mumuh dengan kondisi rendro yang lemas, si balita itu
pun mengelus-ngelus si kucing, dan darah terlihat di jari si balita, rendro
mencoba memberontak dan berlari untuk menolong si balita, tetapi mumuh terus
menarik rendro, rendro terlihat sudah menyerah ketika si balita hendak
memasukan tangan ke mulutnya, dalam hati, rendro berkata "Sungguh, sekarang
aku tidak percaya pada keajaiban!" tiba-tiba seorang ibu-ibu menyiram air
kepada mumuh dan rendro karena merasa terganggu dengan ocehan mumuh yang
menimbulkan kegaduhan, si balita pun terhenti dan tampak gembira melihat
genangan air, lalu menepuk-nepukan tangannya ke air tersebut, tanpa basa-basi
mumuh kabur meninggalkan rendro karena ketakuan, rendro pun langsung berdiri
dan membersihkan tangan si bayi sambil meneteskan air mata ia terbata-bata
berkata "Tidak, aku percaya Keajaiban itu masih ada!", sementara itu
tidak jauh si kucing hitam pun bertemu
dengan majikannya dan di bersihkan oleh majikannya tersebut. dan rendro pun
bertekad menjalankan terus hidupnya!
~ Tamat ~
Ditulis Oleh IHSAN FADLI

No comments:
Post a Comment