Project nulis keliling dari temen satu ke temen yang lain :)

Kisah Malam Mahluk Tanpa Kepala

Cerita 11
Kisah Malam Mahluk Tanpa Kepala
Bogor, 03 Maret 2014
 
Apa yang telah dijanjikan Setan bernama 'Ruft yang akan merubah seorang pria bernama Rendro menjadi seekor musang akan segera terjadi. Malam bulan purnama menjadi saksi perubahan itu. Ringkikan suara musang memecah belah keheningan malam seolah sebagai tanda akan adanya marabahaya bagi masyarakat Desa Legok. benar saja dalam semalam, sebuah peternakan ayam di serang oleh mahluk yang tidak dikenal warga. kejadian ini tidak terjadi hanya malam itu, bahkan terjadi dimalam-malam berikutnya. hingga akhirnya sangat meresahkan warga. mereka memutuskan untuk mengadakan perburuan dimalam hari. namun hal itu hanya sia-sia saja. mahluk yang ditunggu tidak tampak sedikitpun. 

Suatu malam, warga tetap berjaga-jaga di pos kamling sambil main domino. dua orang telanjang dada sebagai hukuman kekalahannya. keasikan mereka tiba-tiba dikejutkan oleh kedua orang yang telanjang dada tersebut. Mereka melihat seekor Musang tanpa kepala berlari melintasi pos kamling. warga lain panik karena mendengar kejanggalan yang di ceritakan oleh kedua warga tersebut karena hanya kedua warga itulah yang dapat melihatnya. mereka berlari ke peternakan yang ada di desa dan ternyata sudah banyak ternak yang hilang kepalanya dengan darah bersimbah dimana-mana. warga semakin kesal. mereka mengadakan rapat untuk mencari solusi dan akhirnya salah satu warga menyarankan agar mereka berjaga-jaga dimalam hari tanpa menggunakan baju. kesepakatan itu akhirnya di sepakati oleh seluruh warga Desa Legok. hingga tibalah malam.

Warga sudah bersiap-siap di posisinya masing-masing. sesuai kesepakatan mereka tanpa mengenakan baju. sebagian masih menggunakan sarung karena malam itu terasa dingin sekali, begitupun dengan Wahyu. malam semakin larut, sebagian warga mulai masuk angin hingga beberapa orang menyerah untuk tidak menggunakan baju. mereka mulai merasa jenuh dan dingin. hingga menjelang pukul 02:20 terdengar suara ayam. warga berlari kesekitar kandang ayam begitupun Wahyu. dan benar saja seekor Musang sedang beraksi didalam kandang ayam itu. warga semakin geram mereka melihat seekor musang tanpa kepala berusaha mengejar-ngejar ternak. Wahyu yang saat itu menggunakan sarung langsung melepas sarungnya. karena penasaran dia akhirnya melepas celananya dan hanya memakai sempak saja. Namun tiba-tiba wahyu jatuh pingsan. sebagian warga berusaha menolong wahyu dan membawanya ke rumah dalam keadaan pingsan sementara warga lain mengepung Musang tanpa kepala itu, namun musang itu berlari dengan gesit sehingga warga kembali lagi mengalami kegagalan.

Keesokan Wahyu belum juga sadar dari pingsannya. sebagian warga meracik obat untuk kesembuhan Wahyu namun ramuan mereka tidak dapat menyadarkan Wahyu sampai detik ini. seorang warga membawa kelapa hijau muda dan meminumkannya ke Wahyu dan beberapa saat kemudian Wahyu sadar. para warga yang hari itu memadati kediaman Wahyu bersyukur atas kepulihan Wahyu. Wahyu menceritakan segala apa yang dialaminnya malam itu hingga membuatnya menjadi tidak sadar. warga kaget mendengarnya.

Malam berikutnya warga menyiapkan senjata tajam seperti golok, pisau, pedang, dan panah. sebagian ada yang membawa kayu, pentungan, besi dan batu. mereka akan memburu Musang itu tanpa ampun. Sementara Wahyu ikut seperti biasa menggunakan sarung. beberapa orang sudah siap tanpa menggunakan baju dan celana (hanya menggunakan sempak) bahkan sebagian ada yang telanjang namun akhirnya mereka memakai sempak. malam semakin larut hingga 23:45wib belum ada tanda-tanda keberadaan Musang. Wahyu menyalakan sebatang rokok dan berusaha menutup tubuhnya dengan sarung agar tidak masuk angin. sebagian warga asik bermain domino, catur, dan remi. sebagian asik membakar ubi dan api unggun. tidak ada satupun wanita malam itu, tentu saja mereka sepakat bahwa yang berjaga-jaga adalah para lelaki sedangkan para wanita berjaga-jaga didalam rumah masing-masing. jam menunjukan pukul 02:20wib hawa dingin semakin mencekam tiba-tiba terdengar suara teriakan dari salah satu warga. warga lain berlari mendekatinya, mereka memergoki seekor Musang dengan tubuh musang sebagaimana musang-musang pada umumnya hanya ada yang janggal pada bagian tubuhnya. Musang itu mempunyai kepala Manusia yang menyeramkan dengan banyak darah di mulutnya. satu-persatu warga pingsan melihat keanehan tersebut hingga seluruh warga tidak ada yang sadar kecuali Wahyu. Dia kaget dan sadar saat memperhatikan bentuk badan dan wajah Musang itu. Musang itu memiliki wajah yang tidak asing bagi Wahyu. dia seperti mengenal sosok wajah Musang itu. ingatannya ke masa silam saat dia sedang asik berkumpul dengan teman-temannya. disitulah temannya bernama Rendro bercerita bahwa dia ingin melakukan pesugihan. hal ini membuat Wahyu kaget.

Tubuh Wahyu terkulai lemas. mulutnya membisu dan tanpa ada pergerakan Wahyu diam menyaksikan sahabatnya Rendro yang berbentuk Musang meninggalkannya....

......bersambung........ 

***
Penulis: Wawan P. Sirait

3 comments:

Check Page Rank
Copyright © Nulis Keliling. All rights reserved. Template by CB